bisnis online

Selasa, 08 Oktober 2013

Kasus Pembunuhan di Hotel Berbintang 5

Lagi-lagi kasus pembunuhan yg terjdi di kota ini, TKP kali ini adalah sebuah hotel berbintang 5. Korban pembunuhan adalah seorang meneger di perusahaan penerbitan buku anak-anak. Saat itu korban adalah salah satu tamu yg mnginap di hotel itu. Dia tidak sendirian pada saat menginap tetapi di temani oleh seorang sekretaris, penasehat, dan istri korban. Korban tewas sehabis di gorok lehernya dgn ujung polpen yang tajam sehingga kehabisan darah. Sebelum tewas korban sempat meninggalkan pesan kematian dengn menuliskan darahnya dilantai (lihat gambar) dan menggenggam kertas yang ternyata ada tulisan berupa kode hingga berlumuran darah kertas itu oleh tangannya: -2(VW14K21)


tersangka saat ini adalah pelaku yg bersama korban saat terjadinya dan tidak memiliki alibi yg cukup jelas :
1. Sekretaris : dia pernah di lecehkan oleh korban saat sedang melakukan penelitian terhadap buku yg akan diterbitkan.
2. Penasehat : tidak terima dengan perilaku korban yg selalu menang sendiri, tidak mau mendengarkan saran org lain.
3. Istri korban : sangat marah ketika tau korban melakukan pelecehan terhadap sekretaris, sehingga dia mau minta cerai, tetapi korban menolaknya.

siapakah pelakunya ??

Jawaban :
- pelaku adalah si SEKRETARIS


analisis kasus : 
dari pesan kematian yg ditinggalkan korban dilantai menunjuk pola gambar bentuk yang memiliki sudut. digambar terlihat bahwa ada 5 bentuk. Yakni :
- bentuk 1 memiliki 6 sudut
- bentuk 2 memiliki 0 sudut
- bentuk 3 memiliki 5 sudut
- bentuk 4 memiliki 3 sudut
- bentuk 5 memiliki 2 sudut
dari terkumpul nya sudut-sudut tersebut kemudian di jumlahkan menjadi 6+0+5+3+2=16. maka hasilnya 16, dan huruf yang ke-16 adalah P.

kemudian petunjuk berupa kode yang terdapat pada kertas yang terdapat dalam kurung semuanya di kurang dua huruf atau dua angka. karena di depan tanda kurung itu terdapat angka -2 yang artinya kurang dua. jadi 
V = T, 
W = U, 
14 = 12 = L, 
K = I, 
21 = 19 = S
Maka menghasilkan kata TULIS.

Jika digabung petunjuk pertama yaitu P dengan petunjuk yang kedua yaitu TULIS maka bisa ditarik kesimpulan menjadi PENULIS. kata lainnya adalah SEKRETARIS.

Senin, 09 September 2013

Tugas Biologi

Sebenarnya aku kurang bisa bikin karya tulis. Apalagi cerita fiksi, jadi maklumi saja kalau jelek, hee...

Anis bingung apa yg harus ia lakukan. Dia lupa mengerjakan tugas biologi yg diberi oleh bu Sapra untuk dikumpul. Di kalangan siswa SMA 12, mereka tau kalau lumayan galak. Apalagi ada siswa yg tidak mengumpulkan tugasnya, bisa gawat jadinya. Anis hanya bisa pasrah akan keadaan.

Pukul 07.00 bel berbunyi sebanyak 5 kali, pertanda aktifitas belajar mengajar di SMA 12 hendak dimulai. Pelajaran pertama adalah matematika selama 2 jam pelajaran. Anis kurang konsentrasi pada saat bu Winda menerangkan di depan kelas. Padahal matematika adalah pelajaran yg dikategorikan sebagai pelajaran yg lumayan sulit, yg butuh konsentrasi untuk memahaminya. Lantaran memikirkan tugas yg tidak ia kerjakan.

Bel berbunyi kembali sebanyak 2 kali, pertanda pergantian mata pelajaran. Jam ke 3, 4, 5, Anis tetap saja memikirkan tugas itu. Apa yang akan diperbuat bu Sapra kalau ia tidak mengerjakan tugas biologinya.

* * *

Bel berbunyi 2 kali. Jantung Anis berdebar gugup. Keringat dingin pun hendak mulai bercucuran keluar. Goncangan di hatinya begitu hebat. Pintu mulai terbuka. Sepatu hitam yg telah disemir menampakkan dirinya di daun pintu. Seisi ruang kelas seketika hening dengan keadaan itu.

Wajah seorang wanita setengah baya berdiri di depan kelas dengan tegas. Hanya dengan isyarat telunjuk tangan yg diarahkan ke buku agendanya, para siswa paham untuk segera mengumpulkan tugas biologi mereka tak terkecuali Anis.

Bu Sapra memeriksa tugas per tugas yg telah dikerjakan oleh para siswa. Hanya tugas Anis lah yg tidak ada. Anis tercengang, kaget, bingung, gelisah, ragu, takut, khawatir, perasaan itu bercampur aduk menjadi satu, ketika mata bu Sapra memandang ke arahnya. Kemudian bu Sapra mendekati meja Anis dan menghentakkan kedua telapak tangan ke atas meja Anis.

* * *

Pukul 15.00 Anis terbangun dari tidur siangnya, lantaran pintu kamarnya diketok dengan suara yg agak keras. Anis tertidur sejak pulang dari sekolah. Ia mengingat apa yg telah terjadi. Ternyata semua itu hanyalah mimpi buruknya belaka. Tugas biologi yg diberi oleh bu Sapra akan dikumpul seminggu lagi. Syukurlah............